Menjadi dokter adalah impianku sejak kecil, karena aku berpikir bahwa jika aku menjadi dokter maka aku dapat membantu orang yang sakit dan juga membutuhkan bantuan. Dan juga dokter adalah profesi yang berjasa karena dapat mengobati orang yang sedang sakit dan membuat pasien kembali sembuh seperti semula. Dokter juga biasanya memiliki dua tempat yang biasa digunakan untuk berpraktik. Biasanya di pagi hari dan juga di siang hari berpraktik di rumah.
Biasanya di pagi hari, mereka akan membuka praktik di rumah sakit. Di rumah sakit biasanya dokter dibantu oleh seorang perawat untuk membantu pasiennya. Jadi demikianlah cerita mengenai mimpiku menjadi seorang dokter. Kutahu ini hal yang susah untuk menjadi dokter, tapi aku berusaha keras dengan belajar giat agar mimpiku dapat terwujud di masa depan.
Kedokteran adalah ilmu dan praktik dalam melakukan diagnosis, terapi, dan pencegahan penyakit. Kedokteran meliputi berbagai praktik perawatan kesehatan yang berkembang untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit. Kedokteran kontemporer menggunakan ilmu biomedis, penelitian biomedis, genetika, dan teknologi medis untuk mendiagnosis, mengobati, dan mencegah cedera dan penyakit, biasanya melalui obat-obatan atau pembedahan, tetapi juga melalui terapi yang beragam, antara lain, psikoterapi, belat dan traksi eksternal, peralatan medis, biofarmasi, dan radioterapi.
Kuliah di jurusan Pendidikan Dokter terbagi jadi dua fase, praklinik dan klinik. Akan tetapi, pada dasarnya akan mempelajari bagaimana caranya mendiagnosis penyakit yang dialami seorang pasien kemudian mengobati dan mencegah timbulnya kembali penyakit. Di semester awal kamu bakal dapat materi dasar Anatomi yang membahas bagian-bagian tubuh, juga Fisiologi yang menjelaskan fungsi dan mekanisme dasar organ tubuh. Tidak lupa, ada materi tentang Biologi Sel dan Molekuler, Genetika, Biokimia, Farmakologi, dan lainnya.
Saat ini, rata-rata kampus Kedokteran menggunakan sistem blok, kamu akan belajar gimana cara menangani suatu kasus (problem based learning). Kira-kira ada sekitar 21 blok yang akan kamu pelajari, setiap blok biasanya ditempuh 6-7 minggu, termasuk dengan praktikum dan ujiannya. Selain itu, kamu juga akan belajar cara melayani pasien, melakukan pemeriksaan, memberikan pengobatan, juga menjelaskan suatu keadaan kepada pasien dan keluarganya dalam skill lab. Jadi, bisa menyelesaikan semua teori di fase praklinik paling cepat 3,5 tahun.
Nah, setelah meraih gelar Sarjana Kedokteran, kamu akan memasuki fase klinik dan disebut sebagai Dokter Muda atau dikenal dengan koas (dari kata Cooperative Assistant). Kamu akan belajar dari satu stase ke stase lainnya di Rumah Sakit. Misalnya di stase mayor ada penyakit dalam, obgyn, bedah, dan anak. Kalau di stase minor antara lain mata, anestesi, rehabilitasi medik, syaraf, forensik, THT, dan lainnya. Ada juga stase Ilmu Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Fase klinik ini akan kamu tempuh selama 1,5 sampai 2 tahun. Selanjutnya, untuk menyandang gelar Dokter, harus menempuh Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI).
Kalau udah sah jadi Dokter, kamu harus mengikuti program internship selama 1 tahun agar bisa memperoleh Surat Ijin Praktik (SIP) dan Surat Tanda Register (STR). Setelah resmi mendapatkan surat-surat penting tersebut dapat memutuskan apakah mau ambil spesialisasi atau langsung berkarir sebagai Dokter Umum.
Sewaktu kecil, tentu banyak banget yang memiliki cita-cita menjadi dokter. Tapi, tahukah, jika ternyata seorang lulusan Kedokteran nggak melulu berkutat di dunia klinis lho. Ada banyak peluang kerja lain yang nggak kalah oke lho untuk seorang Dokter. Selain membuka praktik, Dokter juga bisa bekerja struktural. Misalnya di Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Narkotika Nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Badan SAR Nasional, dan sebagainya. Ada juga beberapa Dokter yang memutuskan melakukan penelitian terhadap pengobatan suatu penyakit demi kemajuan bidang Ilmu Kedokteran.
1. Soal prospek kerja jangan ditanya lagi, lulusan Pendidikan Dokter biasanya tidak sulit dapat pekerjaan. Jika sudah sah menyandang gelar Dokter, kamu bisa praktik di Rumah Sakit, puskesmas, klinik kesehatan, atau membuka praktik pribadi.
2. Di Rumah Sakit, selain praktik kamu juga bisa terlibat dalam proses pengelolaan pelayanan medis maupun non-medis.
3. Jika ingin bekerja struktural, ada banyak instansi pemerintah yang memerlukan seorang Dokter, seperti BPOM, Basarnas, juga BNN. Kamu juga bisa lho jadi tenaga medis di TNI dan Polri.
4. Kalau kamu menaruh minat pada dunia akademis maupun penelitian, bisa jadi seorang Dosen sekaligus Peneliti yang fokus meneliti pengobatan suatu penyakit.
5. Setelah menjadi dokter umum nanti kamu bisa melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya dengan mengambil program spesialis maupun program magister biomedik.